By Fitria Nurkomariah March 27, 2022 159

Tips Langgeng sampai Pelaminan: Ketahui Love Language Pasanganmu!

Berbagai hal mengenai perbucinan duniawi ini tak akan ada habisnya. Kian hari kian banyak pula kaum bucin penguasa dunia. Tak sedikit pula kaum patah hati yang menangis di pojokan.  Pastinya, setiap orang menginginkan kisah cintanya berlabuh di pelaminan.

Setiap orang memiliki cara untuk mengekspresikan cintanya, juga memiliki cara untuk dicintai. Cara tersebutlah yang biasa disebut dengan love language. Kamu tentu ingin lebih mengerti  pasanganmu  dan membahagiakannya, bukan? Tetapi mungkin  terkadang kamu dan pasanganmu suka bingung dalam memahami diri masing-masing. Alhasil, berbagai pertanyaan serta rasa cemas muncul dalam hubunganmu.

Penting untuk mengetahui love language kamu dan pasanganmu agar rasa cinta terus tumbuh dan hubungan dapat terjaga. Meskipun, tidak semua orang paham apa yang harus dilakukan untuk menggambarkan rasa cintanya pada pasangannya. Maka kecemasan tersebut harus dikomunikasikan satu sama lain dengan baik.

Lalu apa saja cara seseorang mengekspresikan perasaan cintanya kepada orang lain tersebut? Penasaran? Sebelumnya, kamu harus memahami dulu apa arti dari love language itu sendiri. Berikut telah kami rangkum semua penjelasannya untuk kamu.

Sebenarnya apa sih arti dari love language itu ?

Dijelaskan oleh Dr. Gary Chapman, penulis buku The Five Love Languages, bahwa bahasa cinta adalah perilaku yang membuat kamu merasa dicintai. Intinya, love language atau bahasa cinta adalah cara bagi seseorang untuk mengekspresikan rasa cintanya kepada orang lain. Apabila seseorang tidak mendapatkan bahasa cintanya, maka ia akan merasa tidak dicintai dengan baik. Faktanya, setiap orang memahami dan menerima cinta dalam bahasa berbeda, at least melalui satu dari lima love language yang ada.

Dr. Tina B. Tessina, seorang psikoterapis dan penulis buku “Dr. Romance’s Guide to Finding Love Today”, melihat adanya manfaat dari penggunaan bahasa-bahasa cinta ini untuk mengekspresikan rasa kasih sayang. Memahami bagaimana cara kamu sendiri dan juga pasangan mengekspresikan cinta, serta memahami bagaimana ekspresi cintamu dan pasangan berbeda. Hal itu dapat membantu kamu untuk bisa mencintai pasangan dengan lebih baik, yaitu dengan cara favoritnya. 

That’s why, kamu harus memahami love language dirimu serta orang yang kamu cintai agar hubungan kamu menjadi hubungan yang sehat. Inilah lima love language yang harus kamu ketahui!

1. Words of Affirmation

Menurut Chapman, ada beberapa orang yang bahasa cintanya adalah kata-kata penegasan. Mereka yang senang mendengar kalimat-kalimat positif seperti pujian, apresiasi, atau kalimat yang mengekspresikan rasa sayang. Bahasa cinta ini biasa disampaikan lewat kotak suara, surat cinta, atau berbicara langsung. Misalnya, kamu senang sekali ketika pasanganmu  ngomong “Aku sayang banget sama kamu”. Selain itu, kalimat apresiasi seperti “Makasih banyak ya sayang sudah membahagiakanku selama ini”. Terdengar sedikit klise tetapi kalimat inilah yang disukai oleh orang yang memiliki bahasa cinta word of affirmation. Kata-kata cinta dari pasangan yang disampaikan secara tulus dengan kebaikan dan penegasan bisa membuat seseorang merasa dicintai.

2. Quality Time

Bahasa cinta satu ini fokus pada kualitas waktu yang dihabiskan bersama pasangan. Kamu harus memberi perhatian penuh untuk pasangan. Tidak ada gangguan dari TV, tidak ada gangguan dari pekerjaan, maupun gadget. Menghabiskan waktu bersama pasangan adalah tentang kebersamaan, memperhatikan satu sama lain, berbagi sesuatu yang bermakna bersama, mendengarkan dan berkomunikasi. Mulai dari cerita, bercanda bersama, sampai ngomongin hal yang serius. Dengan begitu, rasa cintamu dapat terpenuhi karena dapat menghabiskan waktu bersama dengan orang tercinta.

3. Physical Touch

Orang  yang memiliki bahasa cinta ini senang dengan semua jenis sentuhan fisik, bukan berarti dengan melakukan hal berbau negatif . Melainkan sebagai bentuk afeksi dari pasanganmu kepada kamu. Menurut Tessina, sentuhan fisik adalah cara paling langsung untuk mengomunikasikan cinta. "Selama itu dilakukan dalam suasana yang penuh cinta dan tidak memaksa, sentuhan fisik bisa menjadi yang paling efektif dari bahasa cinta. Bahasa cinta ini menenangkan, menyembuhkan dan meyakinkan, ” jelasnya. Misalnya berdekatan, berpegang tangan,  berpelukan, menyentuh lengan atau tangan selama percakapan, menawarkan untuk memijat, dan lain-lain. Dengan begitu, kamu akan merasa dicintai sepenuh hati oleh dirinya.

4. Receiving Gifts

Orang yang memiliki bahasa cinta ini merasa dicintai dan diperhatikan saat diberikan hadiah. Love language  ini gak melulu soal pemberian kado yang mahal. Melainkan lebih ke arah makna dari pemberian tersebut. Pertimbangkan untuk memberi hadiah yang disukai atau diminta pasangan atau yang dapat dinikmati oleh pasangan. Setelah itu, rencanakan cara khusus untuk memberikan hadiah tersebut pada pasangan dengan membuat kejutan. Tindakan memberi hadiah dapat memberi tahu pasangan bahwa kamu cukup peduli dan memiliki usaha untuk menyenangkan pasangan.

5. Acts of Service

Kamu yang punya love language satu ini memerlukan tindakan atau bukti nyata daripada sekedar kata-kata. Maka apabila mendengar kata-kata seperti “i love you” menjadi tidak terlalu berarti. Melainkan lebih kearah “Talk less do more”, a.k.a gak usah omong doang. Jadi, bagaimana pasanganmu memperlakukan kamu lah yang terpenting. Mulai dari hal kecil, sampai hal besar. Dengan begitu, kamu akan merasa dicintai dengan baik oleh pasanganmu. Misalnya, kamu senang saat pasanganmu nganterin pulang ke rumah, karena pasanganmu mau mastiin kalo kamu selamat sampai dirumah. Maka, kamu akan merasa dicintai dengan sepenuh hati oleh dia. Serta memupuk lebih rasa cintamu dengan dirinya.

Itulah  lima jenis love language yang ada. Bagaimana kalo ternyata love language kamu dan pasanganmu berbeda? Apakah tandanya kamu sama dia gak cocok buat bersama? Nah, bukan berarti kalo love language kalian berdua berbeda artinya kamu tidak cocok kok. Maka dari itu, saling mengkomunikasikan bahasa cinta yang dimiliki agar hubungan kamu dan pasanganmu langgeng terus sampai pelaminan.  Ingat, relationships are all about take and give. Alias harus bersifat dua arah dalam praktiknya. Gak bisa cuma memuaskan salah satu pihak doang.