By Fitria Nurkomariah October 16, 2022 24

Resesi Global 2023? Tenang, Pahami Tips Berikut Ini!

Resesi ekonomi adalah penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dalam waktu stagnan dan lama, mulai dari berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. World Bank atau Bank Dunia telah memprediksi bahwa pada tahun 2023 akan terjadi resesi yang dipicu oleh kenaikan suku bunga diseluruh bank sentral dunia.

Terdapat tiga skenario yang menyebabkan resesi ekonomi global ini terjadi. Yang pertama adalah perkiraan pertumbuhan dan inflasi serta ekspektasi pasar untuk suku bunga kebijakan. Kedua,  penurunan tajam asumsi kenaikan ekspektasi inflasi yang memicu pengetatan kebijakan moneter oleh sejumlah bank sentral di dunia. Dan yang terakhir yaitu adanya kenaikan suku bunga kebijakan akan memicu re-pricing risiko yang tajam di pasar keuangan global.

Perlambatan ekonomi ini akan banyak berdampak salah satunya pada sektor riil yang mengurangi kapasitas produksinya sehingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan terjadi bahkan tidak menutup kemungkinan beberapa perusahaan tutup dan tidak lagi beroperasi. Selain itu, ekonomi yang sulit akan melemahkan daya beli masyarakat karena mereka akan lebih selektif dalam penggunaan uang. Penurunan kinerja instrumen investasi pun berdampak karena investor cenderung melakukan investasi pada bentuk low risk.

Maka dari itu, persiapkanlah untuk mempertebal kepemilikan uang tunai.  Sehingga dengan ini dapat meminimalisir imbas dari resesi ekonomi global. Nah, berikut tips yang harus dipersiapkan untuk menghadapi resesi global 2023.

1. Memiliki Asuransi

Asuransi selalu menjadi hal penting yang tidak sepatutnya diabaikan. Ketika terjadi  situasi ekonomi yang menurun tentunya dapat mengakibatkan pendapatan yang menurun pula bahkan hingga kehilangan penghasilan. Risiko keuangan yang disebabkan karena kecelakaan, sakit, atau penyebab tak terduga lainnya maka dapat ditanggung dengan asuransi. Dalam memilih asuransi pastikan telah sesuai dengan kondisi dan risiko dari asuransi tersebut untukmu dan keluarga. Kamu bisa membuat asuransi kesehatan, asuransi investasi, asuransi jiwa, dan lain sebagainya.

2. Memiliki Dana Darurat

Karena kita tidak tahu kapan akan terjadi keadaan darurat, maka penting untuk mempersiapkan dan memiliki dana ini. Semakin besar porsi dana darurat maka likuiditas keuangan individu semakin terjaga. Dengan tingkat likuiditas keuangan yang baik, individu akan mampu bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama. Meskipun di tengah lonjakan inflasi dengan adanya dana darurat sehingga dana masyarakat tidak tergerus justru akan berkembang. Kamu bisa mempersiapkan dana darurat sebesar 12 kali pengeluaran bulananmu untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi ke depan.

3. Hindari Hutang Jangka Panjang

Sangat tidak disarankan untuk mengambil hutang jangka panjang, karena ketika benar-benar terjadi resesi tentunya suku bunga bank akan mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini akan mengakibatkan bertambahnya hutang yang kamu miliki. Jka sudah terlanjur, kamu dapat mencari solusi dengan strategi baru untuk dapat mengatur hutang tersebut. Caranya bisa dengan melunasi hutangmu dengan hutang lain yang tingkat bunga dari hutang itu sendiri lebih kecil.

4. Tidak Buru-Buru Menjual Aset

Kondisi ekonomi yang berada dalam resesi tidak mengartikan untuk menjual kepemilikan aset investasi. Tidak perlu bersikap panik, alih-alih menambah kepemilikan uang tunai, hal itu justru akan membuatmu semakin merugi. Terlebih jika aset investasi yang saat ini dimiliki nilainya berada jauh dibawah harga beli. Jadi, kamu harus bisa melakukan risk management atau mengelola risiko investasinya. Selain itu, pastikan kamu memiliki cash flow yang sehat dan baik sehingga dapat membantu keadaan keuangan tetap sehat ditengah badai ketidakpastian ekonomi.

5. Miliki Penghasilan Tambahan

Tak hanya mengandalkan penghasilan utama karena besar kemungkinan dapat terjadi penurunan atau bahkan kehilangan penghasilan tersebut. Mulailah mencari penghasilan tambahan untuk menghadapi kondisi resesi ekonomi ini. Dengan adanya penghasilan tambahan maka dapat membantu menjaga kondisi keuanganmu. Kamu bisa memulai dengan beberapa freelance atau bahkan memulai bisnis dengan modal kecil. Salah satunya kamu bisa menjadi partner Ajakan. Hanya dengan modal kecil kamu sudah bisa membuka Bisnis Undangan Digital dengan profit sesuai yang kamu inginkan. Bagaimana caranya? Klik disini.

6. Tetaplah Berinvestasi

Kondisi pasar yang fluktuatif  bukan berarti mengharuskan untuk berhenti investasi. Kamu masih dapat menempatkan dana pada instrumen investasi low risk atau memiliki risiko rendah. Misalnya seperti deposito, reksa dana pasar modal, logam mulia, dan lain sebagainya. Meski begitu, kamu tetap dapat melakukan investasi yang berisiko tinggi seperti saham. Karena hal ini akan kembali pada setiap masing-masing profil risiko investasi individu tersebut apakah konservatif, moderat, dan agresif.