By Anis Afifatul Azizah March 05, 2023 167

Manfaatkan Psikologis Manusia Sebagai Upya Meningkatkan Penjualan!

Psikologi marketing bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif kamu menjalankan proses pemasaran produk. Psikologi marketing adalah sebuah studi tentang bagaimana menarik pelanggan potensial dengan cara dibujuk secara psikologis.

Psikologi marketing biasanya targetnya adalah bagaimana produsen dapat menjalin hubungan jangka panjang dengan konsumenya. Serta tujuandari penggunaan psikologi marketing adalah memahami emosi dan pikiran pelanggan ketika sedang mempertimbangkan akanmembeli suatu produk.

Saat ini penjualandengan pendekatan strategi psikologi marketing ini lumayan cukup ampuh untuk menggaet konsumen melihat,penasaran bahkan langsung melakukan pembelian suatu produk tertentu.  

Karena itu psikologi marketing ini mempunyai manfaat diantaranya sebagai win –win solution antara planggan dan produsen. Produsen mendapatkan profi dari produknya, dan konsumen mendapatkan rasa senag ketika membeli produknya dan puas dengan hasil yang sesuai.

Kedua, bermanfaat dalam menemukan pelanggan tetap. Keiga bermanfaat meningkatkan omzetpenjualan, yakni karena  ada ikatan emosi yang ada pada customer dan produknya maka bisa memberikan omzet perusahaan.  Keempat mengembangkan produk yang lebih baik, yakni dalamhal ini perusahaanmampu membcapola pikir konsumn,seperti kritik sehingga hal tersebut mampumemberikan inovasi untuk pengembangan prosuk.

Untuk penerapan psikologi marketing ini, minkan punya strategi yang bisa kamu terapkan untuk bisnis kamu ya!

1. Memberikan Hierarki Label pada Konsumen

Strategi yang pertama adalah membuat perasaan para pelanggan menjadi istimewa dengan menggunakan produk tersebut. Hal ini dapat terjadi karena perusahaan memberikan produk yang eksklusif dan tidak bisa didapatkan oleh banyak orang, sehingga para konsumen yang mendapatkannya merasa senang dan seperti diistimewakan.

Misalnya dengan memberikan labeldengan memberikan labeldengan memberikan labeldengan memberikan labeldengan memberikan label yang membedakan dengan lainya atau dengan yang membedakan dengan lainya atau dengan memberikan marcendise eksklusif yang d         apat apat digunakan dan menandakan barang srta produk tersebut  eksklusif.


2. Membantu Calon Konsumen Agar Terhindar dari Action Paralysis

Dalam strategi ini, para pelanggan digoda dengan teknik marketing yang mampu merubah pola pikirnya sehingga mau mencobanya. Setelah mencobanya beberapa saat, konsumen mulai tertarik dan akhirnya membeli produk tersebut.

Sebagian besar perusahaan memilih untuk menyalin template yang sudah umum dipakai orang seperti “Daftarkan diri Anda free trial selama 30 hari” atau dalam bahasa Inggris dengan kalimat singkat “Try premium trial for 30 days”.


3. Memahami Jenis Pembeli

Pada strategi ini dibagi lagi menjadi tiga jenis yaitu tightwads, spendthrifts, dan average spenders. Pada jenis tightwads, pembeli lebih memilih untuk menghemat pengeluaran daripada harus membelinya banyak produk.

Sementara spendthrifts, para pembeli tidak akan merasa menyesal setelah membeli suatu produk, meskipun barang tersebut sebenarnya tidak sedang dibutuhkan. Terakhir adalah average spenders, di mana konsumen ini turut menghemat biaya dalam belanja, namun di sisi lain juga senang berbelanja.


4. Menerapkan Prinsip Timbal Balik

Strategi psikologi marketing selanjutnya adalah menerapkan prinsip timbal balik. Dalam hal ini, sebagai seorang pengusaha harus menyadari bahwa prinsip timbal balik dengan konsumen dapat menghasilkan banyak manfaat. Pengusaha dapat untung banyak dengan menjual produk andalannya, sementara konsumen merasa senang karena telah membeli produk tersebut.

Biasanya produk tersebut menawarkan solusi untuk masalah tertentu yang dialami oleh customer.
 

5. Psikologi Warna

Salah satu strategi jitu dalam menarik minat masyarakat untuk membeli suatu produk adalah menggunakan psikologi warna. Ternyata, penggunaan warna memiliki dampak besar terhadap pengaruh konsumen ketika melihat sebuah produk. Apabila mengusung warna-warna cerah, hal ini dapat menarik minat pembeli.

Kamu pernah melihat KFC, MCDmereka menggunakan warnamerah sebagai logo di usaha mereka, dimana warna merahini begitu cerah dan mencolok,akan tetapi warna tersebut yang akan mengundang konsumen.

 
6. Teknik Foot-in-the-Door

Teknik ini menjelaskan bagaimana penjual dapat mempengaruhi konsumen dan mampu membuat keputusan untuk membeli produknya. Cara ini pada umumnya digunakan pada sejumlah jasa seperti streaming musik, apabila konsumen penasaran ingin mencobanya bisa menggunakan promo "Coba 7 hari" atau "Nikmati layanan gratis selama 1 bulan" setelah masa percobaan habis, konsumen diberikan pilihan untuk membeli paket premium.


7. Memberikan Kejutan pada Konsumen

Strategi berikutnya yaitu memberikan kejutan spesial bagi sejumlah konsumen yang beruntung. Dengan strategi ini, konsumen yang merasa dirinya biasa saja seperti konsumen pada umumnya langsung merasa senang dengan adanya kejutan. Hal ini bisa menciptakan loyalitas konsumen dengan perusahaan karena sudah diberikan hadiah yang berkesan.

Selain itu, kemungkinannya kamu dapat lebih banyak menerima ucapan terima kasih dalam bentuk testimonial yang dapat menjadi jejak pencapaian perusahaanmu secara alami. Dampaknya,orang-orang yang berpotensi menjadi customer kamu akan melihatnya dan mempertimbangkan untuk membeli produk kamu karena mereka lebih memercayai ulasan orisinil dari pembeli.

8. Menciptakan Urgensi

Terakhir, strategi dari psikologi marketing adalah menciptakan urgensi di dalam perusahaan. Apabila kamu menjual suatu produk, usahakan memiliki keunikan dan nilai lebih dari produk milik para pesaing. Sehingga kamu bisa mempromosikan produk yang lebih hebat dengan segudang inovasi, ketimbang hanya menjiplak ide dari para pesaing.

Misalnya kamu memiliki bisnis online platform, maka kamu juga harus menekankan fitur-fitur unik dari produk kamu dan bagaimana hal tersebut dapat menyelamatkan pengguna dari profit-loss seandainya pengguna tidak memakainya.