By Anis Afifatul Azizah January 22, 2024 138

Avoidant attachment: Antara kesepian dan ketakutan akan penolakan

Avoidant adalah salah satu tipe kepribadian dalam teori kepribadian Big Five. Orang dengan tipe kepribadian avoidant cenderung merasa cemas dan tidak nyaman dalam situasi sosial, dan mereka sering menghindari interaksi sosial. Mereka juga cenderung memiliki harga diri yang rendah dan merasa tidak nyaman dengan diri mereka sendiri.

Attachment style, atau gaya keterikatan, adalah pola hubungan yang terbentuk antara anak dan pengasuhnya sejak masa kanak-kanak. Gaya keterikatan ini akan dibawa hingga dewasa dan mempengaruhi cara kita menjalin hubungan dengan orang lain.

Salah satu gaya keterikatan yang paling umum adalah gaya avoidant. Orang dengan gaya keterikatan avoidant cenderung menghindari keintiman dan hubungan dekat. Mereka merasa tidak nyaman untuk mengungkapkan perasaan dan kebutuhan mereka, dan sering kali merasa tidak layak untuk dicintai.

Karakteristik gaya avoidant

Orang dengan gaya avoidant memiliki beberapa karakteristik berikut:

  • Mereka merasa tidak nyaman dengan keintiman dan hubungan dekat.
  • Mereka sering kali merasa tidak layak untuk dicintai.
  • Mereka lebih suka menyendiri daripada menghabiskan waktu bersama orang lain.
  • Mereka sulit untuk mempercayai orang lain.
  • Mereka sering kali merasa kesepian, meskipun mereka menghindari hubungan dekat.

Faktor penyebab gaya avoidant

Penyebab gaya avoidant belum sepenuhnya dipahami, tetapi diperkirakan bahwa faktor-faktor berikut dapat berperan:

  • Pengalaman pengasuhan yang tidak aman. Orang dengan gaya avoidant sering kali memiliki pengalaman pengasuhan yang tidak aman, seperti pengasuhan yang terlalu ketat, terlalu permisif, atau pengasuhan yang tidak konsisten.
  • Genetik. Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa gaya keterikatan dapat diturunkan secara genetik.
  • Faktor kepribadian. Orang dengan kepribadian introvert atau yang memiliki kecemasan sosial mungkin lebih cenderung memiliki gaya avoidant.

Dampak gaya avoidant

Gaya avoidant dapat berdampak negatif pada kehidupan seseorang, baik dalam aspek personal maupun profesional. Orang dengan gaya avoidant sering kali merasa kesepian dan tidak puas dengan hubungan mereka. Mereka juga lebih rentan mengalami masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, dan gangguan makan.

Cara mengatasi gaya avoidant

Jika Kamu merasa memiliki gaya avoidant, ada beberapa hal yang dapat Kamu lakukan untuk mengatasinya:

  • Cari bantuan profesional. Terapis dapat membantu Kamu memahami gaya keterikatan Kamu dan mengembangkan keterampilan untuk menjalin hubungan yang lebih sehat.
  • Berlatihlah untuk lebih terbuka dan ekspresif. Mulailah dengan mengungkapkan perasaan dan kebutuhan Kamu kepada orang-orang terdekat Kamu.
  • Hadapi rasa takut Kamu akan penolakan. Ingatlah bahwa semua orang pernah mengalami penolakan, dan itu tidak berarti bahwa Kamu tidak layak untuk dicintai.

Gaya avoidant adalah gaya keterikatan yang umum terjadi. Jika Kamu merasa memiliki gaya avoidant, jangan khawatir. Ada banyak cara untuk mengatasinya dan menjalin hubungan yang lebih sehat.