By Anis Afifatul Azizah May 19, 2022 122

Menjadi Budak Cinta (Bucin) Ternyata Ada Dampak Negatifnya Lhoo!

Jatuh cinta terhadap lawan jenis adalah hal yang wajar. Manusia diberi hati salah satunya untuk merasakan bahagianya jatuh cinta, mencintai, dan dicintai. Makanya sebenarnya jatuh cinta itu anugrah dari Yang Maha Kuasa.

Saat awal menjalin hubungan pasti rasa cinta akan terasa menggebu-gebu. Kamu ingin selalu dekat dengan pasangan, sering bertemu, bahkan menghabiskan banyak waktu dengannya. Kalau sudah bersama rasanya bumi ini milik berdua, yang lain ngontrak saja. Memang indah ya masa - masa jatuh cinta itu.

Sangat logis ketika seseorang sedang jatuh cinta, ia ingin membuat orang yang dicintainya bahagia. Memberikan perhatian sebgai bentuk dan wujud kasih sayang. Tapi yang salah kalau perhatian sudah sampai tahapan budak cinta atau istilahnya bucin. Walau kamu tidak menyadarinya, tapi orang sekitar akan merasakannya. Kalau cinta dan sayang boleh saja tapi jangan sampai jadi budak cinta.

Banyak yang bertanya-tanya terkait apa itu bucin? Istilah bucin sering diucapkan oleh generasi milenial dan gen Z terhadap seseorang yang tergila-gila akan cinta. Bisa dikatakan cinta mati pada pasangannya. Hayoo siapa di sini yang termasuk bucin sama pasanganya? Ternyata bucin juga ada dampak negatifnya loh. Simak yuk!

1. Jauh dengan Diri Sendiri

Dia adalah prioritasku. Mungkin itu yang ada dalam benak seorang Buciners ya. JIka hal tersebut dilakukan secara berlebihan dampaknya adalah jauh dari diri sendiri. Bagaimana tidak? Seseorang dengan kondisi ini cenderung lebih memikirkan pasangan ketimbang pribadinya sendiri. Pelaku bucin bahkan tidak peduli saat dirinya merasa sakit atau tertekan. Pikiran hanya berfokus pada kebahagiaan pasangan, hingga lupa bahwa kamu juga butuh perasaan tersebut.

2. Jarang Menikmati Hidup

Hidup itu hanya sekali dan kamu menghabiskan waktumu dengan menjadi bucin. Tidak ada yang melarang, tapi kamu sendiri bakal kehilangan kebahagiaan dalam hidup. Dikit-dikit bawaannya merengut, galau, dan senangnya hanya sebentar. Hal itu disebabkan, karena kamu suka bucin dan melupakan apa yang menjadi kesenangan diri.

Jika pasangan tidak merasa senang, seringkali menyalahkan dirinya sendiri. Kesedihan yang dialami kekasih seolah disebabkan olehnya. Oleh karena itu, ia merasa memiliki kewajiban untuk membahagiakannya. Bisa jadi kamu akan tertekan dan kurang bisa menikmati hidup loh.

3. Tidak Produktif

Sifat bucin yang dimiliki dan dilakukan secara berlebihan dapat dikatakan sebagai tindakan tidak produktif. Pasanganmu punya hidup, kamu juga harus punya waktu untuk hidupmu. Selain memikirkan dia kamu juga perlumemikirkan cita-citamu, memikirkan apa yang ingin kamu lakukan kedepannya untuk masa depanmu. Bukan berati kamu tidak mencintai pasanganmu, tapi kamu bersikap produktif dan mengejar cita-citamu juga demi hidupmu bersama denganya bukan? Jika waktumu dihabiskan untuk dia, apa hidup hanya butuh citnta? Tentu tidak bukan?

Jika kamu terus terusan terpusat dengan doi Goals yang sudah kamu targetkan ambyar semua karena harus selalu menuruti kemauan orang yang mengklaim mencintaimu itu. Akhirnya, perasaan cinta yang sejatinya membuat kamu bahagia dan mampu membuatmu jadi pribadi lebih baik, justru malah merusak dirimu sendiri.

4. Lupa teman dan keluarga

Setelah berpasangan dengan doi, menjalin hubungan, akhirnya semua perasaan dan perhatian kamu tertumpah padanya. Sampai-sampai lupa teman dan keluarga. Seolah-olah hidupmu hanya berpusat pada kalian berdua. Hubungan seperti itu tidaklah sehat. Sebesar apa pun cinta kamu kepada seseorang, harusnya tidak membuatmu sampai terisolasi dari lingkungan lain.

Jika bucinmu sudah membuatmu mengisolasi diri dari lingkungan, akibatnya kamuakan sulit menemukan relasi baru. Karena menjaga hatinyalah, karena takut dia cembur lah, atau alasan lainya. Padahal relasi itu sangat penting dikehidupan kita. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, bukan individualis.

5. Dianggap Bodoh

Terlalu bucin rentan membuatmu dianggap bodoh oleh banyak orang. Baik yang kamu kenal atau tidak. Pasalnya, seseorang yang sedang dimabuk cinta seringkali rela melakukan apapun demi kebahagiaan pasangan. Meskipun perbuatan tersebut tergolong tidak baik dan merugikan dirinya sendiri. Mereka dengan kondisi sudah terlalu cinta terhadap pasangannya seolah tak memiliki rasa takut. Rela berkorban dan diri sendiri yang tersakiti seperti bukan menjadi masalah besar baginya.

6. Susah Move On

Dampak lainnya jika terlalu bucin adalah susah move on. Walaupun mungkin ada juga karakter yang memang susah move on dari pasangannya, akan tetapi terlalu bucin juga bisa mengakibatkan susah move on.

Ketika kamu sudah bucin, pasti ada keinginan untuk tidak mengakhiri hubungan dengannya. Kamu mencari cara agar tidak putus dan jadi memaksanya untuk setia. Tentu hal tersebut sudah tidak sehat dan kamu yang bakal rugi. Kamu mau selalu bersamanya padahal dia tidak ada rasa suka lagi pada kamu. Alhasil, setelah putus dia mendapat yang lebih baik sedangkan kamu terus galau memikirkannya. 

Mencintai boleh, tapi sewajarnya saja ya.Karena setiap yang berlebihan itu tidak baik. semoga setelah membaca artikel ini dan mengetahui dampak terlalu bucin untuk dirimu sendiri,kamu bisa lebih mengontrol perasaanmu padanya ya.

Sumber:

https://www.idntimes.com/life/relationship/martha-telaumbanua/dampak-negatif-bucin-c1c2/5

https://www.qubisa.com/article/rugi-jadi-bucin#showContent

https://sinarjateng.pikiran-rakyat.com/hiburan/pr-1003891938/4-dampak-buruk-jika-terlalu-bucin-dengan-pasangan

https://yoursay.suara.com/lifestyle/2021/12/08/081541/jangan-berlebihan-catat-4-dampak-buruk-bucin-pada-pasangan

https://yoursay.suara.com/lifestyle/2021/03/04/113736/5-dampak-negatif-jika-kamu-tetap-kukuh-menjadi-budak-cinta